Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jenis-Jenis Kentang Berdasarkan Warnanya

Sumber Karbohidrat dan vitamin yang sangat penting untuk asupan gizi adalah kentang. Selain kaya akan manfaatnya untuk tubuh, kentang juga dapat diolah menjadi aneka olahan makanan berkualitas. Seperti kue, aneka sayuran, keripik, pasta dan banyak lagi lainnya. Namun, perlu dipahami bahwa ada beberapa jenis kentang yang karakteristiknya beragam.

Macam-Macam Kentang dan Karakteristiknya

Berdasarkan warnanya, setidaknya ada lima jenis kentang yang beredar di pasaran. Masing-masing memiliki karakteristik khas tersendiri. Harga tiap jenisnya pun tidak sama. Inilah macam-macam kentang beserta karakteristik dan kegunaannya:

1.   Kentang Kuning

Seperti namanya, kentang kuning adalah jenis kentang yang kulit ataupun isinya memiliki warna kuning. Dibandingkan dengan kentang putih, jenis ini terkenal lebih gurih dan lezat. Salah satu keunggulan dari kentang kuning adalah tidak mudah hancur dan awet ketika dimasak. 

Jenis Kentang

Hal itu disebabkan karena tekstur dari kentang kuning memang lebih padat. Adapun dari segi harga, kentang kuning biasanya lebih mahal dibandingkan kentang berwarna putih. Umumnya, restoran-restoran menggunakan jenis kentang ini untuk membuat kentang goreng, roket, baked potato, perkedel dan lain sebagainya.

2.   Kentang Putih

Jenis kentang yang kedua adalah kentang putih. Masih sama seperti namanya, kentang putih adalah jenis kentang yang umbi serta kulitnya memiliki warna putih. Hanya saja, dari segi rasa kentang jenis tersebut sedikit lebih hambar daripada kentang kuning.

Akan tetapi, harganya terbilang lebih murah dari yang lain. Salah satu faktornya adalah tekstur daging yang mudah lumat atau hancur ketika dimasak. Kegunaan dari kentang putih adalah untuk membuat kue atau cake dari kentang, mash potato, kue lumpur dan aneka olahan lainnya.

3.   Kentang Hitam

Jenis kentang yang tidak kalah menarik adalah kentang hitam. Karakteristik kentang ini adalah memiliki kulit berwarna ungu tua yang sedikit cenderung kehitaman. Sedangkan bagian isi berwarna krem dan lingkaran ungu.

Namun, kentang hitam tidak banyak dibudidayakan di Indonesia. Saat ini banyak ditanam di kawasan Shetland. Umumnya, kentang hitam diolah menjadi campuran sayur dan lauk, seperti campuran salad dan sup.

4.   Kentang Merah

Adapun jenis kentang berikutnya yang tidak kalah menarik adalah kentang merah. Masih sama seperti namanya, kentang merah memiliki ciri kulit berwarna merah. Namun, isinya berwarna kuning cerah.

Kentang merah cukup banyak ditemui di kawasan dataran tinggi Dieng. Kawasan tersebut menjadi penghasil kentang merah yang cukup besar di negara ini. Meski demikian, kentang jenis ini tidak banyak ditemui di kawasan-kawasan lain. Umumnya, kentang ini direbus atau dijadikan salad.

5.   Kentang Hijau

Jenis kentang kelima adalah kentang hijau. Kentang satu ini lain daripada yang lain karena kurang mendapat sinar matahari cukup sehingga dipanen dini. Sehingga dapat dikatakan warna hijau pada kentang bukan warna alami, melainkan dari Salonin.

Bahkan, senyawanya memiliki sifat racun sehingga sebaiknya tidak dikonsumsi. Jika tetap dikonsumsi, kentang jenis ini dapat memberikan efek sakit perut, sakit kepala, buang air besar dan efek-efek lainnya. Kesimpulannya, kentang ini bukan untuk makanan, baik itu sayuran ataupun olahan.

Itulah beberapa jenis kentang yang umum ditemui di pasaran. Bahan ini memang menjadi salah satu bahan dengan kebutuhan sangat besar. Hal itu disebabkan karena banyak produk perusahaan atau industri yang menggunakan kentang sebagai bahan utama. Mulai dari kerupuk kentang, kue kentang, snack kentang, olahan kentang ala restauran hingga kebutuhan akan ekspor kentang ke luar negeri.